Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain di website yang sama. Tautan ini membantu pengunjung menemukan informasi terkait dan membantu mesin pencari memahami struktur serta halaman mana yang penting.
Manfaat
- Memudahkan pengunjung menjelajah topik terkait.
- Membantu mesin pencari menemukan halaman baru.
- Menunjukkan hubungan antar topik.
- Mengarahkan perhatian ke halaman layanan atau halaman penting.
Cara membuat internal link yang baik
- Tautkan karena relevan. Tautan harus membantu pembaca melanjutkan topik.
- Gunakan teks tautan deskriptif. "cara memperbaiki indexing Google" lebih informatif daripada "klik di sini".
- Tautkan dari halaman kuat ke halaman penting. Misalnya dari artikel populer ke halaman layanan.
- Tambahkan tautan pada artikel baru dan lama. Artikel lama perlu memuat tautan ke artikel baru yang terkait.
- Pastikan setiap halaman penting punya tautan masuk. Halaman tanpa tautan masuk (halaman yatim) sulit ditemukan.
- Periksa tautan rusak secara berkala.
Struktur yang membantu
| Elemen | Peran |
|---|---|
| Menu utama | Mengarahkan ke bagian terpenting |
| Tautan dalam teks | Menghubungkan topik terkait |
| Daftar "baca juga" | Memperpanjang kunjungan |
| Remah roti (breadcrumb) | Menunjukkan posisi halaman |
| Halaman topik (hub) | Mengelompokkan artikel dalam satu tema |
Kebiasaan yang bagus
Saat menerbitkan artikel baru, tanyakan dua hal, yaitu halaman mana yang perlu menautkan ke artikel ini dan artikel ini perlu menautkan ke halaman mana. Internal link merupakan salah satu pekerjaan SEO yang sepenuhnya Anda kendalikan, tanpa bergantung pihak lain. Pegangannya ialah melayani pembaca. Lihat cara meningkatkan SEO website.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa tautan internal per artikel?
Tidak ada angka pasti. Cukup yang relevan dan membantu.
Apakah teks tautan harus memuat kata kunci?
Sebaiknya deskriptif dan alami, bukan dipaksakan.
Apa itu halaman yatim?
Halaman tanpa tautan dari halaman lain di situs.