Mengamankan jaringan Wi-Fi adalah menerapkan pengaturan agar hanya pihak yang berhak yang dapat tersambung dan data yang melintas terlindungi. Sebagian besar langkahnya sederhana dan gratis, tetapi sering terlewat karena router "sudah jalan".
Daftar langkah
- Gunakan enkripsi modern. Pilih WPA2 atau WPA3 bila perangkat mendukung. Hindari WEP dan jaringan terbuka.
- Kata sandi Wi-Fi yang kuat. Panjang dan unik, bukan nama atau tanggal lahir.
- Ganti akun dan kata sandi admin router. Kata sandi bawaan sudah dikenal luas.
- Perbarui firmware. Pembaruan menutup celah keamanan.
- Matikan fitur yang tidak dipakai. Misalnya WPS bila tidak diperlukan, dan akses admin dari internet.
- Aktifkan jaringan tamu. Pisahkan tamu dan perangkat pintar dari perangkat utama.
- Periksa perangkat yang tersambung. Hapus yang tidak dikenal, lalu ganti kata sandi.
- Pilih nama jaringan yang netral.
Tingkat risiko dan tindakan
| Risiko | Tindakan |
|---|---|
| Orang tak dikenal memakai internet Anda | Kata sandi kuat dan enkripsi modern |
| Pihak lain mengubah pengaturan router | Ganti akun dan kata sandi admin |
| Celah pada perangkat lunak router | Pembaruan firmware |
| Perangkat pintar murah membuka celah | Pisahkan ke jaringan tamu |
Untuk kantor kecil
Tambahkan pembatasan akses sesuai kebutuhan, catat siapa yang mengetahui kata sandi, dan ganti kata sandi bila ada karyawan yang berhenti. Keamanan jaringan merupakan kebiasaan, yaitu perlu ditinjau berkala, bukan diatur sekali lalu dilupakan. Pegangannya ialah lapisan yang sederhana tetapi konsisten. Lihat cara mengganti password Wi-Fi dan cara setting router.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah menyembunyikan nama Wi-Fi membuat aman?
Manfaatnya kecil. Kata sandi kuat jauh lebih penting.
Perlukah VPN?
Berguna untuk jaringan publik atau akses jarak jauh, tetapi bukan pengganti pengamanan router.
Seberapa sering memeriksa perangkat tersambung?
Setiap beberapa bulan atau saat ada kecurigaan.