Mode repeater adalah pengaturan yang membuat sebuah router menangkap sinyal Wi-Fi dari router lain lalu memancarkannya kembali untuk memperluas cakupan. Ini cara memanfaatkan router lama, tetapi ketersediaan fitur dan namanya berbeda antar merek dan model.
Cek dukungan perangkat
Periksa menu pengaturan nirkabel atau buku panduan: mode itu bisa bernama Repeater, Range Extender, Client, atau WDS tergantung merek. Sebagian router rumahan tidak mendukungnya sama sekali. Perangkat yang tidak mendukung dapat dipakai sebagai access point berkabel, yang sering lebih baik.
Langkah umum
- Reset router kedua ke pengaturan pabrik bila perlu, lalu masuk ke halaman adminnya.
- Ubah alamat IP router kedua ke alamat yang berbeda tetapi satu jaringan dengan router utama, agar tidak bertabrakan.
- Pilih mode repeater atau extender dan cari jaringan utama dalam daftar.
- Masukkan kata sandi jaringan utama.
- Atur nama jaringan baru atau samakan dengan yang utama sesuai kebutuhan.
- Simpan, lalu letakkan router kedua di tempat yang masih menerima sinyal baik.
- Uji kecepatan dan kestabilan di area yang dituju.
Batasan
| Hal | Dampak |
|---|---|
| Berbagi kanal yang sama | Kecepatan bisa turun karena sinyal diterima dan dipancarkan ulang |
| Jarak terlalu jauh | Koneksi tidak stabil |
| Kompatibilitas antar-merek | Tidak selalu mulus |
Alternatif
Bila bisa memasang kabel, ubah router kedua menjadi access point lewat kabel LAN. Repeater merupakan solusi praktis, yaitu tanpa kabel tambahan, namun dengan kompromi pada kecepatan. Pegangannya ialah gunakan hanya bila kabel tidak mungkin. Baca cara setting access point dan cara memperluas jangkauan Wi-Fi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah semua router bisa jadi repeater?
Tidak. Periksa dukungan pada model Anda.
Mengapa kecepatan turun?
Karena perangkat menerima dan memancarkan ulang pada radio yang sama.
Apakah firmware pihak ketiga diperlukan?
Tidak disarankan untuk pemula; fitur resmi atau access point berkabel lebih aman.