Proposal penawaran kerja sama adalah dokumen yang mengajak pihak lain bermitra dengan menjelaskan bentuk kerja sama, peran masing-masing pihak, dan manfaat yang diharapkan kedua belah pihak. Kata kuncinya adalah timbal balik: mitra perlu melihat keuntungannya.
Bagian yang perlu ada
- Pembukaan. Siapa Anda dan mengapa Anda menghubungi mereka secara khusus.
- Gambaran kerja sama. Bentuknya: distribusi, rujukan, produksi bersama, atau lainnya.
- Manfaat bagi mitra. Apa yang mereka peroleh, dengan bahasa yang spesifik.
- Pembagian peran dan tanggung jawab.
- Skema biaya atau bagi hasil bila ada.
- Jangka waktu dan jadwal.
- Profil dan rekam jejak yang relevan.
- Langkah selanjutnya.
Menjelaskan manfaat dengan jujur
Hindari janji yang tidak bisa Anda penuhi, misalnya hasil penjualan tertentu. Jelaskan manfaat yang realistis, seperti akses ke pelanggan baru atau peningkatan variasi layanan. Gunakan contoh nyata atau kerja sama sebelumnya yang boleh disebutkan.
Ketentuan dan kesepakatan
Proposal bukan perjanjian. Bila kedua pihak sepakat, pindahkan ke dokumen perjanjian yang sebaiknya ditinjau oleh pihak yang memahami hukum. Proposal penawaran merupakan langkah awal untuk membuka diskusi, sehingga perlu cukup jelas tetapi tidak mengikat secara berlebihan. Dua hal yang perlu terlihat, yaitu kejelasan peran dan batas waktu. Yang diutamakan ialah saling menguntungkan. Untuk versi surat, baca cara membuat surat penawaran.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah proposal ini mengikat?
Biasanya tidak, kecuali dinyatakan demikian. Perjanjian tertulis memuat ketentuan yang mengikat.
Berapa panjang yang tepat?
Cukup untuk menjelaskan tawaran dan manfaat dengan jelas, sering kali beberapa halaman.
Siapa yang sebaiknya menandatangani?
Pihak yang berwenang mewakili organisasi Anda.