Warna brand adalah kumpulan warna yang dipakai secara konsisten untuk mewakili identitas usaha di logo, website, kemasan, dan media sosial. Warna yang tepat membantu pengenalan, tetapi tidak ada warna yang otomatis meningkatkan penjualan.
Mulai dari karakter bisnis
Tuliskan tiga kata yang menggambarkan bisnis Anda, misalnya tepercaya, hangat, atau modern. Lalu cari warna yang cocok dengan kesan itu. Asosiasi warna dapat berbeda antarbudaya dan konteks, jadi anggap sebagai panduan, bukan aturan.
Susun palet
| Peran | Fungsi | Jumlah |
|---|---|---|
| Warna utama | Identitas, tombol, judul | Satu |
| Warna pendukung | Aksen dan variasi | Satu sampai dua |
| Warna netral | Latar dan teks | Putih, abu-abu, atau hitam |
| Warna status | Peringatan atau keberhasilan di website | Sesuai kebutuhan |
Uji kontras dan keterbacaan
Pastikan teks terbaca di atas warna latar. Pedoman aksesibilitas web yang umum dipakai menganjurkan rasio kontras sedikitnya 4,5 berbanding 1 untuk teks isi. Banyak alat daring gratis dapat memeriksa kontras dua warna. Uji juga warna dalam versi hitam putih, karena logo kadang dicetak tanpa warna.
Catat kode warna
Simpan kode warna dalam format yang umum, yaitu heksadesimal untuk layar dan nilai cetak yang diminta percetakan. Palet merupakan bagian panduan merek yang paling mudah dijaga, tetapi hanya jika kodenya tercatat. Pegangan yang aman ialah sedikit warna dan konsisten. Bacalah cara membuat logo bisnis dan cara membuat brand identity. Untuk website bernuansa merek Anda, ceritakan kebutuhannya ke Valtef.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa banyak warna yang ideal?
Palet kecil: satu utama, satu atau dua pendukung, dan netral.
Apakah warna harus mengikuti tren?
Tidak. Pilih yang tahan lama dan sesuai karakter.
Bagaimana jika pesaing memakai warna serupa?
Bedakan lewat kombinasi, bentuk, atau gaya, bukan hanya warna.