Margin keuntungan adalah persentase laba terhadap harga jual atau pendapatan. Margin memberi tahu seberapa besar bagian dari setiap rupiah penjualan yang menjadi laba, sehingga membantu menilai kesehatan harga.
Rumus
- Margin kotor (%) = (Harga jual − HPP) ÷ Harga jual × 100.
- Margin bersih (%) = Laba bersih ÷ Pendapatan × 100.
- Markup (%) = (Harga jual − HPP) ÷ HPP × 100.
Contoh
Sebuah produk memiliki HPP 60.000 dan dijual 100.000.
| Ukuran | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Laba per unit | 100.000 − 60.000 | 40.000 |
| Margin kotor | 40.000 ÷ 100.000 | 40% |
| Markup | 40.000 ÷ 60.000 | sekitar 66,7% |
Margin 40% dan markup 66,7% menggambarkan harga yang sama, hanya dibandingkan terhadap dasar yang berbeda.
Menentukan harga dari margin target
Jika Anda ingin margin kotor 40% dan HPP 60.000, harga jual = HPP ÷ (1 − margin) = 60.000 ÷ 0,6 = 100.000. Kesalahan umum ialah menambahkan 40% pada HPP, yang hanya menghasilkan harga 84.000 dengan margin sekitar 28,6%.
Margin dan kebutuhan usaha
Margin kotor harus cukup menutup biaya operasional dan menyisakan laba. Margin merupakan indikator kesehatan, yaitu bukan tujuan tersendiri; volume penjualan juga menentukan. Pegangannya ialah periksa margin tiap produk, bukan rata-rata saja. Gunakan kalkulator margin profit dan kalkulator markup harga, serta pelajari cara menghitung HPP.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mana yang lebih berguna, margin atau markup?
Margin lebih langsung terkait laba dari penjualan; markup berguna untuk menetapkan harga dari biaya. Pahami keduanya.
Berapa margin yang ideal?
Bergantung industri dan struktur biaya. Tidak ada angka baku.
Apakah diskon memengaruhi margin?
Ya, karena harga jual turun sementara biaya tetap.