HPP, atau harga pokok penjualan, adalah total biaya langsung untuk memperoleh atau menghasilkan barang yang terjual pada suatu periode. HPP menjadi dasar menentukan harga jual dan menghitung laba kotor.
Usaha dagang
HPP = Persediaan awal + Pembelian − Persediaan akhir.
Contoh fiktif: persediaan awal 10.000.000, pembelian selama bulan 25.000.000, persediaan akhir 8.000.000. HPP = 10.000.000 + 25.000.000 − 8.000.000 = 27.000.000.
Biaya yang terkait pembelian, seperti ongkos angkut masuk, dapat dimasukkan ke harga perolehan.
Usaha produksi
Komponen HPP produksi:
| Komponen | Contoh |
|---|---|
| Bahan baku langsung | Tepung dan gula untuk roti |
| Tenaga kerja langsung | Upah pembuat roti |
| Biaya produksi tidak langsung (overhead) | Listrik dapur, penyusutan oven, kemasan |
HPP per unit = Total biaya produksi ÷ Jumlah unit yang dihasilkan.
Contoh: biaya bahan 600.000, tenaga kerja 300.000, overhead 100.000 untuk 100 unit. Total 1.000.000, HPP per unit 10.000.
Kesalahan umum
Tidak memasukkan biaya tenaga kerja sendiri, tidak menghitung bahan yang terbuang, dan memakai harga bahan lama. Perbarui HPP saat harga bahan berubah. HPP merupakan angka yang menentukan harga jual, yaitu harga di bawah HPP berarti rugi di setiap penjualan. Pegangannya ialah hitung rutin dan perbarui. Lanjutkan ke cara menghitung margin keuntungan dan aplikasi kalkulator harga jual produk.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah HPP sama dengan modal?
Tidak. HPP adalah biaya barang yang terjual, sedangkan modal mencakup seluruh dana yang ditanam.
Apakah biaya sewa masuk HPP?
Untuk usaha dagang biasanya biaya operasional; untuk produksi, bagian yang terkait pabrik masuk overhead.
Seberapa sering HPP dihitung ulang?
Setiap harga bahan atau biaya produksi berubah signifikan.