Anggaran bulanan adalah rencana tertulis tentang perkiraan pemasukan dan pengeluaran usaha dalam satu bulan. Dengan anggaran, Anda tahu sebelum uang keluar apakah rencana pengeluaran masuk akal, bukan baru mengetahuinya di akhir bulan.
Langkah menyusun
- Kumpulkan data bulan sebelumnya. Pemasukan dan pengeluaran sebenarnya adalah dasar terbaik.
- Perkirakan pemasukan. Gunakan angka konservatif, bukan target tertinggi.
- Daftarkan biaya tetap. Sewa, gaji, cicilan, langganan.
- Daftarkan biaya variabel. Bahan baku, ongkos kirim, komisi, yang berubah menurut penjualan.
- Sisihkan cadangan. Dana untuk hal tak terduga dan penggantian peralatan.
- Hitung selisih. Pemasukan dikurangi total pengeluaran.
- Sesuaikan. Bila defisit, tinjau biaya yang bisa dikurangi atau cari tambahan pemasukan.
Contoh format
| Pos | Anggaran | Realisasi | Selisih |
|---|---|---|---|
| Penjualan | Rp A | Rp B | B − A |
| Bahan baku | Rp C | Rp D | C − D |
| Sewa | Rp E | Rp F | E − F |
Isilah dengan angka nyata. Kolom realisasi diisi di akhir bulan untuk membandingkan.
Memisahkan keuangan pribadi
Jika Anda pemilik tunggal, tetapkan gaji pemilik sebagai biaya tetap agar uang pribadi dan usaha tidak bercampur. Anggaran merupakan alat kendali, yaitu hanya berguna bila dibandingkan dengan realisasi secara rutin. Pegangannya ialah tinjau tiap akhir bulan. Lihat cara membuat cash flow bisnis dan pembuat anggaran bulanan online.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa cadangan yang wajar?
Tidak ada angka baku. Tentukan sesuai risiko usaha Anda.
Perlukah anggaran untuk usaha yang pemasukannya naik turun?
Justru sangat berguna; gunakan perkiraan konservatif dan cadangan lebih besar.
Aplikasi atau spreadsheet?
Spreadsheet cukup. Aplikasi membantu otomatisasi.