Portofolio kerja adalah kumpulan contoh karya atau proyek yang memperlihatkan kemampuan Anda secara nyata. Bila CV menceritakan, portofolio membuktikan, sehingga sangat berguna untuk bidang seperti desain, penulisan, pemrograman, fotografi, dan pemasaran.
Pilih karya dengan selektif
Lebih baik menampilkan lima karya terbaik daripada dua puluh karya biasa. Pilih yang paling relevan dengan posisi yang dituju dan memperlihatkan variasi kemampuan.
Tulis konteks untuk setiap karya
Karya tanpa penjelasan sulit dinilai. Untuk setiap proyek, tulis:
- Tujuan. Masalah apa yang hendak diselesaikan?
- Peran Anda. Apa yang secara spesifik Anda kerjakan, terutama bila itu proyek tim?
- Proses singkat. Bagaimana Anda mengerjakannya?
- Hasil. Apa yang dihasilkan, dengan data hanya bila bisa Anda buktikan.
Pilih format
| Format | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Mudah dikirim dan dikunci tampilannya | Kurang interaktif | |
| Website portofolio | Selalu bisa diakses dan mudah dibagikan | Perlu dibuat dan dirawat |
| Platform khusus bidang | Dikenal oleh komunitas | Tampilan terbatas pada platform |
Website pribadi merupakan pilihan yang memberi kendali penuh atas tampilan dan alamat. Contoh tampilan portofolio dapat dilihat di katalog desain Valtef, dan penjelasan langkahnya ada di cara membuat website portofolio.
Hak cipta dan privasi
Minta izin sebelum menampilkan karya untuk klien atau perusahaan sebelumnya. Samarkan data yang bersifat rahasia. Dua hal yang wajib diperhatikan ialah izin tampil dan kerahasiaan, yaitu agar Anda tidak melanggar kesepakatan sebelumnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa karya yang ideal?
Tidak ada angka pasti. Cukup yang relevan dan berkualitas, biasanya beberapa karya terbaik.
Bolehkah menampilkan proyek latihan?
Boleh, selama dinyatakan sebagai proyek latihan atau pribadi.
Apakah harus memiliki website?
Tidak wajib, tetapi website memudahkan perekrut melihat karya Anda kapan saja.