Depresiasi, atau penyusutan, adalah pembagian biaya perolehan aset tetap, seperti mesin atau kendaraan, ke dalam beberapa periode sesuai masa manfaatnya. Dengan begitu, biaya aset tidak dibebankan seluruhnya pada tahun pembelian.
Metode garis lurus
Beban penyusutan per tahun = (Harga perolehan − Nilai residu) ÷ Umur manfaat.
Contoh fiktif: mesin dibeli 12.000.000, nilai residu 2.000.000, umur manfaat 5 tahun. Penyusutan per tahun = (12.000.000 − 2.000.000) ÷ 5 = 2.000.000.
| Tahun | Beban penyusutan | Nilai buku akhir |
|---|---|---|
| 1 | 2.000.000 | 10.000.000 |
| 2 | 2.000.000 | 8.000.000 |
| 3 | 2.000.000 | 6.000.000 |
| 4 | 2.000.000 | 4.000.000 |
| 5 | 2.000.000 | 2.000.000 |
Metode saldo menurun
Beban per periode = Tarif × Nilai buku awal periode. Pada contoh di atas, bila tarif 40% dari nilai buku, tahun pertama = 40% × 12.000.000 = 4.800.000, tahun kedua = 40% × 7.200.000 = 2.880.000, dan seterusnya, dengan penyesuaian agar nilai buku tidak turun di bawah nilai residu.
Memilih metode
Garis lurus cocok bila manfaat aset kurang lebih sama tiap tahun. Saldo menurun cocok bila aset lebih produktif atau lebih cepat usang di awal. Untuk keperluan pajak, ketentuan kelompok aset dan metode yang boleh dipakai diatur oleh peraturan perpajakan yang berlaku dan bisa berbeda dari akuntansi, sehingga tanyakan kepada konsultan pajak.
Hubungan dengan laporan
Penyusutan merupakan biaya nontunai, yaitu mengurangi laba tanpa mengeluarkan uang pada periode tersebut. Karena itu laba dan arus kas bisa berbeda. Pegangannya ialah konsisten dalam metode. Lihat cara membuat neraca keuangan dan cara membuat laporan laba rugi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah tanah disusutkan?
Umumnya tidak, karena dianggap tidak habis masa manfaatnya, tetapi ikuti standar yang berlaku.
Bagaimana menentukan umur manfaat?
Berdasarkan perkiraan pemakaian dan, untuk pajak, ketentuan kelompok aset.
Apakah nilai residu wajib?
Ditentukan kebijakan; dapat nol untuk aset yang dianggap tidak bernilai di akhir.