Kwitansi adalah tanda terima bahwa pembayaran telah diterima, berisi pihak yang membayar, pihak yang menerima, jumlah, dan keperluan pembayaran. Berbeda dengan invoice yang meminta pembayaran, kwitansi membuktikan pembayaran sudah terjadi.
Unsur kwitansi
- Judul dan nomor kwitansi.
- Telah terima dari. Nama pihak yang membayar.
- Uang sejumlah. Angka dan terbilang (tulisan).
- Untuk pembayaran. Keterangan, misalnya "pembayaran jasa pembuatan website sesuai invoice nomor ..."
- Tanggal dan tempat.
- Nama dan tanda tangan penerima.
- Meterai bila dipersyaratkan.
Terbilang yang harus cocok
Jumlah dalam angka dan terbilang harus sama. Contoh: Rp 1.500.000,- terbilang "satu juta lima ratus ribu rupiah". Ketidakcocokan antara angka dan tulisan dapat menimbulkan sengketa, jadi periksa dua kali. Generator yang baik membuat terbilang otomatis, namun tetap periksa hasilnya.
Meterai
Dokumen tanda terima uang dengan nilai di atas batas tertentu dapat dikenakan bea meterai menurut peraturan. Batas nilai dan bentuk meterai (tempel atau elektronik) ditetapkan ketentuan yang berlaku dan dapat berubah, jadi periksa aturan terbaru atau tanyakan kepada pihak berwenang atau konsultan pajak.
Pemilihan generator
Periksa apakah menyediakan nomor otomatis, terbilang rupiah, ekspor PDF, dan penyimpanan riwayat. Waspadai pembatasan versi gratis dan kebijakan data. Kwitansi merupakan bukti transaksi, yaitu perlu disimpan rapi sesuai kebutuhan pembukuan dan pajak. Pegangannya ialah satu nomor satu kwitansi. Lihat generator invoice online dan generator nomor invoice. Untuk alat penerbit kwitansi yang terhubung ke pesanan, ceritakan kebutuhan Anda ke Valtef.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda kwitansi dan invoice?
Invoice meminta pembayaran, kwitansi membuktikan pembayaran diterima.
Apakah kwitansi digital sah?
Bergantung kesepakatan dan ketentuan; yang penting informasinya lengkap dan dapat dibuktikan.
Perlukah tanda tangan basah?
Tidak selalu; kesepakatan para pihak dan aturan yang berlaku menentukan.