Persentase adalah cara menyatakan bagian terhadap seratus, dan menjadi dasar banyak perhitungan bisnis seperti diskon, margin, pertumbuhan, dan tingkat konversi. Kalkulator persentase mempercepat perhitungan, tetapi memahami rumusnya mencegah salah pakai.
Lima rumus utama
| Kebutuhan | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Persen dari suatu angka | Angka × persen ÷ 100 | 15% dari 200.000 = 30.000 |
| Bagian terhadap total (berapa persen) | Bagian ÷ Total × 100 | 45 dari 180 = 25% |
| Perubahan persentase | (Baru − Lama) ÷ Lama × 100 | 80 menjadi 100 = naik 25% |
| Naik sekian persen | Angka × (1 + persen) | 200 naik 10% = 220 |
| Mencari angka awal | Akhir ÷ (1 ± persen) | 220 setelah naik 10% → awal 200 |
Kesalahan yang sering terjadi
- Menukar dasar hitung. Naik 25% dari 80 menjadi 100, tetapi turun dari 100 ke 80 berarti turun 20%, bukan 25%.
- Menjumlahkan persentase bertingkat. Dua kenaikan 10% berturut-turut menghasilkan 21%, bukan 20%.
- Mencampur poin persentase dengan persen. Bila tingkat konversi naik dari 2% menjadi 3%, kenaikannya 1 poin persentase atau 50% relatif.
Contoh pemakaian bisnis
Penjualan bulan lalu 40.000.000 dan bulan ini 46.000.000. Perubahan = (46.000.000 − 40.000.000) ÷ 40.000.000 × 100 = 15%. Bila biaya bahan 18.400.000 dari penjualan itu, porsinya 18.400.000 ÷ 46.000.000 × 100 = 40%.
Pada spreadsheet
Di Excel atau Sheets, format sel sebagai persen lalu gunakan rumus langsung, misalnya =(B2-A2)/A2. Persentase merupakan alat yang sederhana, yaitu tetapi sering salah tafsir. Pegangannya ialah sebut dasar hitungnya. Lihat kalkulator diskon online dan cara menghitung conversion rate.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana menghitung kenaikan dua tahap?
Kalikan faktor tiap tahap, misalnya 1,1 × 1,1 = 1,21.
Apakah persen bisa lebih dari 100?
Bisa, misalnya kenaikan 150% berarti menjadi 2,5 kali.
Apa itu poin persentase?
Selisih langsung antara dua persen, bukan persen relatif.