Rencana bisnis sederhana adalah ringkasan tertulis tentang apa yang Anda jual, kepada siapa, bagaimana cara menjualnya, dan berapa modal serta biayanya. Untuk pemula, versi satu atau dua halaman sudah sangat membantu dibanding tidak punya rencana.
Sepuluh pertanyaan inti
- Apa yang dijual dan masalah apa yang diselesaikannya?
- Siapa pelanggan yang paling mungkin membeli?
- Mengapa mereka memilih Anda, bukan yang lain?
- Bagaimana cara menjangkau mereka?
- Berapa harga jual?
- Berapa biaya membuat atau mengadakan produk?
- Berapa modal awal dan dari mana?
- Berapa biaya bulanan tetap?
- Berapa penjualan minimal agar tidak rugi?
- Apa yang dilakukan bila penjualan lebih lambat dari perkiraan?
Hitung angka dasarnya
Mulai dari biaya per unit (lihat cara menghitung HPP), tambahkan margin untuk menentukan harga, lalu hitung berapa unit yang harus terjual untuk menutup biaya tetap. Angka-angka ini merupakan dasar keputusan, jadi gunakan harga nyata yang sudah Anda survei.
Rencana 90 hari pertama
| Periode | Fokus |
|---|---|
| Bulan pertama | Menyiapkan produk, menentukan harga, dan menguji ke lingkaran terdekat |
| Bulan kedua | Memperluas penjualan dan mengumpulkan masukan |
| Bulan ketiga | Menghitung hasil, memperbaiki, dan memutuskan langkah selanjutnya |
Mencatat dan mengevaluasi
Catat setiap pemasukan dan pengeluaran sejak hari pertama. Ada dua hal yang layak dipantau, yaitu penjualan dan uang yang benar-benar tersisa. Pegangan yang berguna ialah meninjau rencana setiap bulan. Untuk anggaran, baca cara membuat anggaran bulanan, dan untuk dokumen yang lebih lengkap lihat cara membuat business plan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Perlukah rencana tertulis?
Sangat dianjurkan. Menuliskan memaksa Anda berpikir jelas.
Apakah harus ada proyeksi lima tahun?
Untuk pemula, proyeksi beberapa bulan ke depan lebih realistis.
Bagaimana jika rencana tidak berjalan?
Revisi. Rencana adalah alat belajar, bukan janji.